tarbiyah@stit-ahs.com

Artikel

Muazarah Saputri

  IMG 20171218 WA0002


 

Karya wannur wiza

Seragam dan kehancuran

Menurumu?
Sebesar apa arti sebuah seragam?
Bukankah seragam itu menciptakan kasta di masyarakat?
Bukankah serangam itu awal dari sebuah tawuran?
Bukankah seragam itu bagai pengekang kreatifitas seseorang?
Pergi pagi pulang sore..
Walau tak bekerja, tetap harus memakai seragam...
Walau banyak hal berguna lain yang dapat kau kerjakan,, namun semua sirna karena terkekang oleh sebuah seragam..

Bukankah karena seragam pula...
Seorang anak yang berpotensi menjadi pembisnis ulung terpasung dalam seragam lusuh sebuah sekolah...
Dipaksa belajar kimia, bahasa, biologi,,,
Lalu si anak merasa diri manusia bodoh, hingga bakat alami luntur termakan seragam...
Bagaimana caranya seekor ikan dipaksa untuk memanjat pohon??
Karena seragam pula,
Ribuan pemuda kini berstatus pengangguran,,
Mereka terus mengejar sebuah seragam,,
Tanpa menoleh kiri kanan...
Hingga tertinggal jauh dari arti kehidupan yang sebenarnya...
Karena seragam si bodoh tampak seperti intelektual,,
Sedangkan profesor cangkul seolah tak berguna tampa seragam...
Bukankah seragam itu ladang korupsi???
Lalu apa pentingnya seragam?
Bukankah ia layak disebut penjajah kebebasan?
Apa yang terjadi apabila seragam tak ada di dunia ini?


 

IZINKAN AKU MEMENGGAL ANGKUHMU, ACEH..!!!
Karya Wannur Wiza

telah kuseduh butiran lara dari musim yang gamang
Pasar Aceh pagi ini
Dengan selembar kasak kasak nan rapuh.
Lalu aku kesasar dalam sejarah Koetaradja
Dibalik binar mata penguasa penguasa berhati durjana.

Pagi ini aku tertawan disini.
Irama Likok pulo tak lagi damai terdengar.
Pemain saman linglung terkurung.
Ratep meusekatpun gagu dalam belaian.
Oh negeri teuleubeh.
Negerinya para aulia.
Kini berkalang pongah. Lupa pada jalan sejarah.

 


 

Karya Wannur Wiza dan Halimah Alaydrus

Assalamu’alaikum Ya Rasulullah
Tiada Hari yang paling indah
12 Rabi’ul Awal Ribuan Tahun Yang lalu
Bersama kehancuran Derap-derap langkah gajah
Dirimu lahir ke dunia ini
Aminah mendekapmu penuh kasih sayang
Yatim suci Anak Abdulllah
Assalamu’laikum Ya Rulullah
Keindahan dirimu
Yang kasihnya dirasa bahkan hingga si kafir yang durhaka
Tak mampu kulukis dengan kata-kata
Ribuan tinta kutorehkan
Jutaan puisi indah kukarang
Masih belum mengobati rinduku padamu ya Rasulullah
Namun ya Rasulullah

Langit bumu telah terganti ribuan hari
Cakrawala-cakrawala baru bersemi
Bersama umat yang remuk pada hal duniawi
Kini meraka gemar korupsi
Korrupsi korupsi korupsi seolah menjadi agama baru
Kini mereka menyembah narkoba, harta, tahta seolah nafas kehidupan
Maksiat bejat mewarnai
Haru hara penindasan disana sini
Raja raja negeri seperti singa Politisi-politisi seperti badut
Yang mengatasnakan dakwah sebagai tameng tujuan pribadi
Selogan Runcing ke bawah tumpul keatas
Menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hokum dunia
Hati mereka telah berpalling
Aqidah semakin merosot bersama lajunya globalisasi
Sedangkan disana saudara seagama terus di tindas
Palestina oleh yahudi keparat
Anak memohon sesuap nasi pada ibu
Menangis melihat ayah binasa dalam perang
Rumah rumah hancur
Kebun kebun zaitun rata bersama kedengkian yahudi
Inikah tanda akahir zaman ya Rasulullah ?
Kembali kami pada rabi’ul awalmu
Tak ada yang terucap kecuali hanyasekedar terimakasih
Terimakasih ya Rasulullah Atas kasih sayangmu
Terimakasih ya Rasulullah Atas Do’a do’a indahmu untuk kami
Terimakasih ya Rasulullah Atas permohonan ampunmu untuk kami
Terimakasih ya Rasulullah Atas bimbingan dan ajaranmu untuk kami
Terimakasih ya Rasulullah Telah memperkenalkanku apa indahya Al Quran
Dan maafkan kami yang menjadi umatmu yang jauh dari sempurna
Maafkan didikanmu yang belum terlaksana
Maafkan sunnahmu yang kami abaikan begitu saja
Maafkan atas syariat yang kau perjuangkan tak kami jalani dengan semestinya
Maafkan kami atas akhlak dan budi pekertimu yang hanya sekedar teori bagi kami
Maafkan kami karena mencintaimu tampa memberikan bukti
Terimakasih ya Rasulullah
Untuk kami umatmu Kasihnya tak bersekat Dirimu karunia terindah Yang semua itu
Allah hadiahkan bagi kami umat-Nya


 

Topeng demokrasi

Topengkah itu??
Baunya busuk..
Sebusuk tahi orang miskin yang kau tindas !!
Baunya amis..
Seamis darah darah pejuang yang kau hianati!!
Tidak jijik kah kau memakai topeng itu??
Kau tipu kami satu hari!!
Kau jajah kami setelahnya!!
Hidungku tak sanggup mencium nya..
Perut besarmu depenuhi hak kami yang kau rampok!!
Arrrhhggh!!!!!!
Kau lebih busuk dari bangkai sekalipun hei koruptor!!!!!!!!!!!!!

Karya wannur wiza...
Di rumah...
Bersama Aksara Bisu kehidupan

 


 

Muazarah SaputriNama saya Muazarah Saputri. Kelahiran tahun 1999 tepatnya dihari senin tanggal 15 Februari. Saya lahir dan menetap di Aceh Pidie tepatnya di Sigli. Saya lulusan SMK Negeri 1 Sigli. Saya pencinta seni dan sastra. Menulis berawal ketika saya merasa tidak setiap orang benar-benar peduli dengan masalah yang saya hadapi, dan saya lebih mempercayai rahasia perasaan saya terhadap tinta pena dan lembaran kertas. Saya tidak pernah takut akan kegagalan, karena dari itu saya merasa tertantang untuk mendapatkan kemenangan. Saya bukan pencinta pujian, namun saya adalah penikmat kritikan.
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 


Andai waktu bisa diputar kembali
Karya Muazarah Saputri

Aku ingin berada pada masa itu
Masa dimana aku jatuh hati pada tatap pertama
Lalu menerima tanpa mempertimbangkan
Jika saja bisa kembali
Ku ingin sedikit jual mahal
Untuk tidak mudah didapatkan
Agar kau tau arti memperjuangkan
Jika saja itu bisa Bagaimana perasaanku sekarang?
Bahagiakah saat ini?
Atau malah tetap terasa kesepian seperti sekarang?
Kadang hati bertanya-tanya
Jika waktu diputar
Lalu awalnya tak sama
Apakah akhirnya akan berubah?
Aku tak berharap banyak
Hanya saja aku pun tak bisa mengubah keadaan
Setiap saat terasa hampa
Kau ada tapi seperti tiada
Jika saja kau tak seperti ini
Tak ada rasa memuakkan dihati
Tak perlu aku berandai-andai
Bisakah kau selalu ada tanpa banyak tanda tanya?


 

TEMAN TAPI DEKAT
Karya Muazarah Saputri

Banyak orang yang datang silih berganti
Datang lalu pergi tanpa permisi
Kau tetap disini tak beraksi
Meski aku telah berkali kali menampar hati
Hingga aku tersadar
Kau adalah satu kata yang disebut sahabat
Hubungan yang saling mengerti bukan saling menghakimi
Saling merendah diri, bukan saling merasa paling tinggi
Kau adalah bagian terbaik yang kumiliki
Kau jaga hati saat aku bahagia
Kau dekap aku saat aku terluka
Kau adalah fenomena indah sepanjang masa
Kita tak harus selalu sekata dan seiya
Karena prinsip kita yang berbeda
Namun perbedaan bukanlah alasan pemisah
Akan tetapi jalan penghubung penyatu
Yakini saja setiap sikapku
Sikap keras yang terkadang menyakiti
Namun semua kulakukan untukmu
Menjaga hatimu agar tetap bahagia dalam definisi sederhana


 

Dulu bahagia itu milik kita
Karya Muazarah Saputri

Elok dipandang setiap terlihat
Namun tanpa sadar ada yang hilang
Cinta yang terasa nyata kini tak ada
Dan sekali lagi ku sadari
Cinta telah pergi semenjak masih berdua
Ketika dulu selalu bersama kau beri aku bahagia
Aku tak kau perbolehkan bersedih
Seakan duka adalah hal paling murka
Tapi kini seakan bahagia tak diperbolehkan untukku
Berkali kali aku bangkit
Dan berkali kali pula aku di jatuh kan
Aku masih tersenyum untukmu
Karena tak kupungkiri kau pernah menjadi bahagiaku
Aku masih disini sejuta doa Bukan ingin kau kembali
Bukan pula untuk kau lihat Kau terus saja buat duka
Namun sekali lagi aku tak coba berkata
Biarlah dalam diam ku dengungkan
Berharap kau terus bahagia
Tanpa buatku lagi lagi merana.

 

0
0
0
s2sdefault

INFORMASI

KOLOM KETUA

KERJASAMA

Klik Artikel

Jumlah Tampilan Artikel
44352

Statikstik Pengunjung

 

 

Maps

Kelender 2018

  • Kelender Bulan 1-3

    Kelender 1 3 2018

  • Kelender Bulan 4-6

    kelender 4 6 2018

  • Kelender Bulan 7-9

    kelender 7 9 2018

  • Kelender 10-12

    kelender 10 12 2018

Masuk Pengguna